Panduan Pengembangan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) di SD

Berikut ini ialah berkas buku Panduan Pengembangan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) di SD. Unduh file PDF. Buku panduan ini diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar 2016. Berkas buku ini  merupakan salah satu materi materi aksesori dalam Materi Diklat Guru Sasaran Implementasi Kurikulum 2013 Tahun 2017 untuk SD.

 Berikut ini ialah berkas buku Panduan Pengembangan KTSP  Panduan Pengembangan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) di SD
Panduan Pengembangan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) di SD

Panduan Pengembangan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) di SD

Berikut ini kutipan teks keterangan dari isi buku Panduan Pengembangan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) di SD:
Daftar Isi pada buku panduan ini antara lain:
DAFTAR ISI 
BAB I PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang 
B. Tujuan 
C. Landasan Hukum 
BAB II PENGERTIAN, ACUAN, PRINSIP, DAN KOMPONEN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 
A. Pengertian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 
B. Acuan Konseptual Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 
C. Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 
D. Komponen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 
BAB III MEKANISME PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 
A. Pengembangan 
B. Pelaksanaan 
C. Daya Dukung 
BAB IV PENUTUP 
Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas pulau besar dan kecil yang berjumlah sekitar 17.504. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik tahun 2010, penduduk Indonesia berjumlah 237.641.326 jiwa dengan banyak sekali keragaman. Keragaman yang menjadi karakteristik dan keunikan Indonesia antara lain geografis, potensi sumber daya, ketersediaan sarana dan prasarana, latar belakang dan kondisi sosial budaya, dan keragaman lainnya yang terdapat di setiap daerah.
Keragaman tersebut selanjutnya melahirkan pula tingkatan kebutuhan dan tantangan pengembangan yang berbeda antar tempat dalam rangka meningkatkan mutu dan mencerdaskan kehidupan masyarakat di setiap daerah.
Terkait dengan pembangunan pendidikan, masing-masing tempat memerlukan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik daerah. Kurikulum sebagai jantung pendidikan perlu dikembangkan dan diimplementasikan secara kontekstual untuk merespon kebutuhan daerah, satuan pendidikan, dan penerima didik di masa kini dan masa mendatang.
Beranjak dari kondisi tersebut maka kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan penerima didik. Hal ini menyerupai yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 wacana Sistem Pendidikan Nasional, pasal 36 ayat 2 “Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan penerima didik”.
Dalam implementasi kurikulum 2013, sekolah berkewajiban mengembangan kurikulum operasional yang dikembangkan dan diimplementasikan oleh satuan pendidikan diwujudkan dalam bentuk Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), hal ini sesuai dengan yang diamanatkan di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan pasa 1 ayat 20 “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ialah Kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan dimasing-masing satuan pendidikan.”.
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Standar nasional pendidikan terdiri atas standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan.
Komponen KTSP menyerupai yang termuat  di dalam Permendikbud Nomor 61 Tahun 2014 Tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, meliputi 3 dokumen. Dokumen 1 yang disebut dengan Buku I KTSP berisi sekurang- kurangnya visi, misi, tujuan, muatan, pengaturan beban belajar, dan kalender pendidikan. Dokumen 2 yang disebut dengan Buku II KTSP berisi silabus dan dokumen 3 yang disebut dengan Buku III KTSP berisi rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun sesuai potensi, minat, bakat, dan kemampuan penerima didik di lingkungan belajar.
Panduan ini hanya memuat wacana pengembangan dokumen 1 atau Buku 1 KTSP.
Tujuan
Tujuan Panduan Penyusunan Buku I KTSP ini ialah biar satuan pendidikan SD/MI/SDLB mempunyai teladan dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan pada satuan pendidikan yang bersangkutan.
Landasan Hukum
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sebagai sebuah perencanaan yang disusun oleh satuan pendidikan tentunya merujuk pada peraturan perundang-undangan yang telah dikeluarkan. Peraturan yang terkait dengan pengembangan KTSP ialah sebagai berikut:
1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional,
a. Pasal 36 Ayat (2) menyebutkan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan penerima didik.
b. Pasal 36 Ayat (3) menyebutkan bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: (a) peningkatan keyakinan dan takwa; (b) peningkatan adat mulia; (c) peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat penerima didik; (d) keragaman potensi tempat dan lingkungan; (e) tuntutan pembangunan tempat dan nasional; (f) tuntutan dunia kerja; (g) perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; (h) agama; (i) dinamika perkembangan global; dan (j) persatuan nasional dan nilai- nilai kebangsaan.
c. Pasal 38 Ayat (2) mengatur bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah.
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 1:
a. Ayat (16) Kurikulum ialah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
b. Ayat (17) Kerangka Dasar Kurikulum ialah tatanan konseptual Kurikulum yang dikembangkan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan.
c. Ayat (20) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ialah Kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan dimasing-masing satuan pendidikan.
3. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2014 Tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah.
Dari peraturan perundang-undangan yang telah dikeluarkan pemerintah tersebut ditegaskan bahwa kurikulum dikembangkan dengan prinsip diversifikasi untuk melaksanakan pembiasaan aktivitas pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan ciri khas potensi yang ada di tempat serta penerima didik, kemudian kurikulum dikembangkan dan diimplementasikan pada tingkat satuan pendidikan.
Kurikulum operasional yang dikembangkan dan diimplementasikan oleh satuan pendidikan diwujudkan dalam bentuk Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
a. Kurikulum dikembangkan secara berdiversifikasi dengan maksud biar memungkinkan pembiasaan aktivitas pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di tempat serta penerima didik; dan
b. Kurikulum dikembangkan dan dilaksanakan di tingkat satuan pendidikan. Kurikulum operasional yang dikembangkan dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan diwujudkan dalam bentuk Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Pengertian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ialah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.
Pengembangan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum, dan pedoman implementasi kurikulum. KTSP dikembangkan oleh satuan pendidikan dengan melibatkan komite sekolah/madrasah, dan kemudian disahkan oleh kepala dinas pendidikan atau kantor kementerian agama provinsi dan kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya.
Acuan Konseptual Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Dalam pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP Buku I) diharapkan mengacu pada teladan konseptual berikut ini:
  1. Peningkatan Iman, Takwa, dan Akhlak Mulia. Iman, takwa, dan adat mulia menjadi dasar pengembangan kepribadian penerima didik secara utuh. KTSP disusun biar semua mata pelajaran dapat meningkatkan iman, takwa, dan adat mulia.
  2. Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama, kurikulum dikembangkan untuk memelihara dan meningkatkan toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
  3. Persatuan Nasional dan Nilai-Nilai Kebangsaan, kurikulum diarahkan untuk membangun huruf dan wawasan kebangsaan penerima didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. Oleh karena itu, kurikulum harus menumbuh kembangkan wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI.
  4. Peningkatan Potensi, Kecerdasan, Bakat, dan Minat sesuai dengan Tingkat Perkembangan dan Kemampuan Peserta Didik, pendidikan merupakan proses holistik/sistemik dan sistematik untuk meningkatkan harkat dan martabat insan yang memungkinkan potensi diri (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi, bakat, minat, serta tingkat perkembangan kecerdasan; intelektual, emosional, sosial, spritual, dan kinestetik penerima didik.
  5. Kesetaraan Warga Negara Memperoleh Pendidikan Bermutu, kurikulum diarahkan kepada pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang holistik dan berkeadilan dengan memperhatikan kesetaraan warga negara memperoleh pendidikan bermutu.
  6. Kebutuhan Kompetensi Masa Depan, kompetensi penerima didik yang diharapkan antara lain berpikir kritis dan membuat keputusan, memecahkan duduk perkara yang kompleks secara lintas bidang keilmuan, berpikir kreatif dan kewirausahaan, berkomunikasi dan berkolaborasi, menggunakan pengetahuan kesempatan secara inovatif, mengelola keuangan, kesehatan, dan tanggung jawab warga negara.
  7. Tuntutan Dunia Kerja, kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya langsung penerima didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh karena itu, kurikulum perlu berbagi jiwa kewirausahaan dan kecakapan hidup untuk membekali penerima didik dalam melanjutkan studi dan/atau memasuki dunia kerja. Terlebih bagi penerima didik pada satuan pendidikan kejuruan dan penerima didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
  8. Perkembangan Iptek, pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana Iptek sangat berperan sebagai pelopor utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melaksanakan pembiasaan terhadap perkembangan Ipteks sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara terpola dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Iptek.
  9. Keragaman Potensi dan Karakteristik Daerah serta Lingkungan, tempat memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan, dan karakteristik lingkungan. Masing-masing tempat memerlukan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik tempat dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum perlu memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan tempat dan lingkungan.
  10. Tuntutan Pembangunan Daerah dan Nasional, dalam kurun otonomi dan desentralisasi, kurikulum ialah salah satu media pengikat dan pengembang keutuhan bangsa yang dapat mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, kurikulum perlu memperhatikan keseimbangan antara kepentingan tempat dan nasional.
  11. Dinamika Perkembangan Global, kurikulum dikembangkan untuk meningkatkan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang sangat penting dikala dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antarbangsa yang semakin bersahabat memerlukan individu yang berdikari dan bisa bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan bangsa lain.
  12. Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Setempat, kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat ditumbuh kembangkan terlebih dahulu sebelum mempelajari budaya dari tempat dan bangsa lain.
  13. Karakteristik Satuan Pendidikan, kurikulum dikembangkan sesuai dengan kondisi dan ciri khas satuan pendidikan.
Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Prinsip pengembangan KTSP:
  1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan penerima didik dan lingkungannya pada masa kini dan yang akan datang. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa penerima didik memiliki posisi sentral untuk berbagi kompetensinya biar menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Allah Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, berdikari dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi penerima didik diubahsuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan penerima didik serta tuntutan lingkungan pada masa kini dan yang akan datang. Memiliki posisi sentral berarti bahwa kegiatan pembelajaran harus berpusat pada penerima didik.
  2. Belajar sepanjang hayat, kurikulum diarahkan pada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan kemampuan penerima didik untuk berguru sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan insan seutuhnya.
  3. Menyeluruh dan berkesinambungan, substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar jenjang pendidikan.
Komponen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Komponen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) meliputi 3 dokumen. Dokumen I disebut dengan Buku I KTSP berisi sekurang-kurangnya memuat komponen: visi, misi, tujuan, muatan, pengaturan beban belajar, dan kalender pendidikan. Buku I KTSP menjadi tanggungjawab kepala sekolah. Buku II KTSP berisi silabus, dan Buku III KTSP berisi rencana pembelajaran yang disusun sesuai potensi, minat bakat, dan kemampuan penerima didik di lingkungan belajar. Panduan ini menjelaskan secara lebih rinci muatan atau komponen yang dirancang dalam pengembangan KTSP.

    Unduh Buku Panduan Pengembangan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) di SD

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas buku Panduan Pengembangan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) di SD ini silahkan lihat atau unduh pada link di bawah ini:

    Panduan Pengembangan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) di SD

    Download File:

    Panduan Pengembangan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) di SD.pdf


    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file buku Panduan Pengembangan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) di SD. Semoga bisa bermanfaat.

    Lihat juga beberapa informasi dan berkas terkait dengan kategori Buku untuk Guru dan buku lainnya di bawah ini:

    Hosting Unlimited Indonesia


    Sumber http://www.berkasedukasi.com